This is an outdated version published on 2024-08-12. Read the most recent version.

Analisis Kelayakan Pupuk Organik Bahan Baku Limbah Kelapa Sawit Di Desa Pancuran Gading Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar

Authors

  • Novitasari Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Riau
  • Jahrizal Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Riau
  • Mardiana Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Riau

Keywords:

Feasibility, Palm Oil Waste, Net Present Value, B/C Ratio, Internal Rate of Return, Payback Period

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kelayakan pupuk organik bahan baku limbah kelapa sawit di Desa Pancuran Gading Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar berdasarkan aspek non-finansial dan aspek finansial. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori studi kelayakan bisnis. Metode pendekatan yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah ketua BUMDes serta beberapa anggotanya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi (wawancara) dan kusioner.

Hasil dalam penelitian ini berdasarkan aspek non-finansial bahwa aspek hukum, aspek pasar, aspek teknis, aspek sosial dan ekonomi, dan aspek lingkungan dalam industri pupuk organik bahan baku limbah kelapa sawit di Desa Pancuran Gading Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar dinyatakan layak untuk dijalankan. Dan berdasarkan aspek finansial yaitu analisis Net Present Value (NPV) industri pupuk organik bahan baku limbah kelapa sawit di Desa Pancuran Gading Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar dinyatakan layak. Benefit Cost Ratio industri pupuk organik bahan baku limbah kelapa sawit di Desa Pancuran Gading Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar layak untuk dijalankan. Internal Rate of Return(IRR) industri pupuk organik bahan baku limbah kelapa sawit di Desa Pancuran Gading Kecamatan tapung Kabupaten Kampar untuk usaha ini dapat diterima karena tingkat pengembalian investasi usaha industri pupuk organik lebih besar dari Cost Of Capital 15%. Payback period (PP) usaha industri pupuk organik ini terjadi pada tahun pertama yaitu 6 bulan, dimana maksimum payback period adalah 5 tahun. Artinya payback period usaha industri rumahan pupuk organik bahan baku limbah kelapa sawit di Desa Pancuran Gading Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar lebih cepat dan dapat dinyatakan layak untuk dijalankan.

 

Abstract

 

This research is to find out the feasibility of organic fertilizer as raw material for palm oil waste in Pancuran Gading Village, Tapung District, Kampar Regency based on non-financial and financial aspects. The theory used in this research is the theory of business feasibility studies. The approach method used is quantitative descriptive research. The types of data used in this research are primary and secondary data. The population and sample in this study were the chairman of BUMDes and several of their members. The data collection techniques used in this research were observation (interviews) and questionnaires.

The results of this research are based on non-financial aspects, namely that legal aspects, market aspects, technical aspects, social and economic aspects, and environmental aspects in the organic fertilizer industry for palm oil waste raw materials in Pancuran Gading Village, Tapung District, Kampar Regency were declared feasible to run. And based on the financial aspect, namely the Net Present Value (NPV) analysis, the organic fertilizer industry for palm oil waste raw materials in Pancuran Gading Village, Tapung District, Kampar Regency was declared feasible. Benefit Cost Ratio of the organic fertilizer industry as raw material for palm oil waste in Pancuran Gading Village, Tapung District, Kampar Regency is feasible to run. The Internal Rate of Return (IRR) of the organic fertilizer industry for palm oil waste raw materials in Pancuran Gading Village, Tapung District, Kampar Regency for this business is acceptable because the rate of return on investment in the organic fertilizer industry business is greater than the Cost of Capital of 15%. The payback period (PP) for this organic fertilizer industry business occurs in the first year, namely 8 months, where the maximum payback period is 5 years. This means that the payback period for the organic fertilizer home industry busines made from palm oil waste in Pancuran Gading Village, Tapung District, Kampar Regency is faster and can be declared feasible to run.

Downloads

Published

2024-08-12

Versions

How to Cite

Novitasari, Jahrizal, & Mardiana. (2024). Analisis Kelayakan Pupuk Organik Bahan Baku Limbah Kelapa Sawit Di Desa Pancuran Gading Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Journal of Sustainable Entrepreneur Region Industry, 2(1), 38–49. Retrieved from https://journal.ypmki.com/index.php/joseri/article/view/27

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>