Model Bisnis Terintegrasi BUMDesa–Masjid dalam Pengelolaan Titip Ternak Kambing Berbasis IoT
Keywords:
BUMDesa, Masjid, Titip Ternak, Kambing, Internet of Things, Model Bisnis, Aqiqah-KurbanAbstract
Pengelolaan ternak kambing di tingkat desa masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama terkait keterbatasan pemantauan perkembangan ternak, transparansi informasi, dan pengelolaan layanan aqiqah serta kurban. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Bisnis Terintegrasi BUMDesa–Masjid dalam Pengelolaan Titip Ternak Kambing Berbasis Internet of Things (IoT) sebagai pendekatan untuk mengintegrasikan teknologi, kelembagaan desa, dan kebutuhan ekonomi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan research and development dengan tahapan identifikasi kebutuhan, analisis prototipe, perancangan model bisnis, integrasi teknologi IoT, implementasi, serta evaluasi. Teknologi yang dikembangkan mengintegrasikan timbangan digital, sensor kondisi ternak, unit kontrol IoT, komunikasi data, dan sistem penyajian informasi secara digital untuk memantau berat badan, dimensi tubuh, dan suhu kambing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi IoT dengan BUMDesa dan masjid dapat membentuk model bisnis titip ternak yang menempatkan BUMDesa sebagai pengelola usaha, masjid sebagai mediator layanan ekonomi umat, dan IoT sebagai instrumen monitoring serta transparansi. Model bisnis yang dihasilkan memiliki proposisi nilai berupa transparansi perkembangan ternak, efisiensi layanan aqiqah dan kurban, pemantauan kondisi ternak, serta peluang bagi hasil usaha. Model ini juga membuka sumber pendapatan melalui pengelolaan ternak, layanan aqiqah dan kurban, lisensi teknologi, pelatihan, dan replikasi sistem. Dengan demikian, model yang dikembangkan berpotensi mendukung transformasi pengelolaan peternakan desa menuju ekosistem ekonomi berbasis data yang lebih transparan, produktif, dan berkelanjutan.






